Sabtu, 23 September 2017

Tidak Tahu Pacaran

Tidak Tahu Pacaran


Pacaran adalah merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang disebut dengan pernikahan. Dalam hubungan harus saling memiliki kasih, saling mempercayai, saling pengertian, merendahkan hati, dan saling bertumbuh didalam Tuhan.

Idealnya, pacaran itu saling membantu. Mungkin untuk pelajar dapat membantu dalam pelajaran dan tugas-tugas. Dan untuk orang dewasa, dapat saling membantu untuk yang membutuhkan bantuan, mungkin membutuhkan support. Seharusnya, orang pacaran itu dapat tahu waktu, tempat, dan dapat mengendalikan diri. Agar tidak mendapat pandangan negatif dari orang sekitar, dan agar tidak mendapat omongan buruk.

Tetapi faktanya, pacaran pelajar zaman sekarang itu jarang sekali digunakan dengan baik, mereka membuang waktu dengan dunia mereka sendiri sehingga lupa untuk mengerjakan tugas, dan membuat nilai-nilai mereka menjadi menurun. Pacaran dikalangan pelajar dan orang dewasa tidak mengetahui waktu, tempat, dan tidak dapat mengendalikan diri. Mereka asik dengan dunianya sendiri, entah itu pelukan, pegang-pegangan, ciuman, dan yang lainnya.

Permasalahannya, jika terus menerus seperti ini maka mereka tidak bisa maju, dan akan menjadi berantakan. Mereka akan terus menerus mendapat omongan, dan pandangan negatif dari orang-orang yang melihat.

Solusinya, Mereka harus lebih bisa tahu tempat, waktu,dan dapat mengendalikan diri jika sedang ditempat umum. agar orang yang melihat tidak berfikiran negatif, dan dapat dipandang baik. Pacaran itu boleh tetapi harus saling pengertian, sabar, dan membawa kejalan yang positif.

Jumat, 15 September 2017

Hikayat.

Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah, cerita, dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama.

Ciri-ciri hikayat:
1. Menggunakan Bahasa Melayu lama.
2. Pralogis, yaitu ceritanya kadang-kadang sulit diterima akal.
3. Istana Sentries, yaitu pusat cerita berada dilingkungan istana.
4. Anonim, maksudnya adalah prosa tersebut tidak jelas siapa pengarangnya.
5. Statis, yang bersifat baku dan tetap.
6. Menggunakan kata arkhais, yaitu kata-kata yang kini tidak lazin digunakan, semisal kata sebermula, hatta, dan syahdan.

Unsur-unsur hikayat:
1. Unsur Intrinsik:
- Tema
- Alur
- Amanat
- Tokoh
- Sudut pandang
- Gaya
- Latar

2. Unsur Ekstrinsik:
- Berhubungan dengan latar belakang seperti agama dan budaya.
- Berhubungan dengan norma contohnya moral, agama, sosial, dan budaya.

Minggu, 03 September 2017

Hikayat

Hikayat adalah salah satu bentuk sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu yang berisikan tentang kisah,cerita,dan dongeng. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama.

Ciri-ciri hikayat:
1. Menggunakan Bahasa Melayu lama.
2. Pralogis, yaitu ceritanya kadang-kadang sulit diterima akal.
3. Istana Sentries, yaitu pusat cerita berada dilingkungan istana.
4. Anonim, maksudnya adalah prosa tersebut tidak jelas siapa pengarangnya.
5. Statis, yaitu bersifat baku dan tetap.
6.  Menggunakan kata arkhais, yaitu kata-kata yang kini tidak lazim digunakan, semisal kata sebermula, hatta, dan syahdan.

Unsur-unsur hikayat:
1. Unsur Intrinsik:
- Tema
- Alur
- Amanat
- Tokoh
- Sudut pandang
- Gaya
- Latar

2. Unsur Ekstrinsik
- Berhubungan dengan latar belakang seperti agama dan budaya.
- Berhubungan dengan norma contohnya moral, agama, sosial, dan budaya.

Contoh teks hikayat:
"Yong dikejar harimau"
“Padà suatu hari saàt yong istrahat sehàbis berburu dihutan, tibà-tiba ada seekor hàrimau jantan mendekati yong dàn siap untuk menerkàm. Cepat-cepat yong berlàri, dalam kejar-kejaràn itu, jarak antarà yong dan harimau hanya tinggàl satu meter sajà. Disaat harimau lengàh, cepat-cepat yong memanjàt pohon pinàng.” Yong diam sejenak
“Setelah lamà yong tunggu diatàs pohon pinang yang kebetulàn berbuah lebàt itu, harimau tàk kunjung pergi. Naik daràh yong, yong gego (goncàng) pohon pinàng itu sampài berguguran buahnyà menimpa harimàu,, eee harimàu bergeming, tàk kunjung pegi”
“Yong lihàt harimau tak màu pergi, yong guncàng lagi pohon pinàng itu sekuat-kuatnyà, kali ini yong heràn, kenapà harimau berlàri terbibit-birit, setelàh yong periksà, rupanyà buah pinàng yong copot sebiji dàn mengenài kepala harimau. Oleh karenà itulah harimàu lari tunggang langgang”
Maknanyà : kalau pergi berburu haruslàh membawa senjata yàng lengkap, ketika berjumpà binatang buas bisà untuk membelà diri. Tidak perlu memànjat pohon.
Yong dolàh adalah seorang Legendà dari kotà Bengkalis yang sangàt populer di provinsi Riàu dengan cerita dongengnya yàng penuh maknà. Kini beliàu telah wafàt. Namun telatàh almarhum tidak pernàh lekang dimakàn masa, tetàp selalu dikenàng oleh masyarakat Kabupàten Bengkalis.

Sumber: https://www.google.co.id/amp/s/www.infokekinian.com/kumpulan-cerita-hikayat-singkat-melayu-dan-indonesia/amp/

Gerbang Dialog Danur

Judul: Gerbang Dialog Danur Penulis: Risa Saraswati Penerbit: Bukune Warna buku: Hitam Jumlah halaman: 223 Isi: 1. Tokoh hantu dibuku ...